Social Club go to Campus

Kamis 20 april 2017, Social Club go to Campus kembali melaksanaan kegiatan yang bertajuk “Dialog Socrates”. Bertempat di Meeting Hall Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, kegiatan ini mendapat antusias dari mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASIO) yang selaku menjadi partner Social Club sangat mengapresiasi kegiatan ini. Novan, selaku ketua HIMASIO dan juga peserta mengungkapkan, “kegiatan ini menurut saya sangat keren sebab sangat jarang kegiatan-kegiatan yang berorientasi kepada penanaman nilai-nilai pribadi dan berdialog secara lebih intim dan terbuka seperti yang buat oleh social club. Harapan saya, semoga kegiatan dialog ini bisa dibuat kembali di FISIP sebab mahasiswa membutuhkan wadah-wadah berdialog yang diterapkan Social Club”

Kegiatan Dialog ini berlangsung selama 2 jam yang dibagi dalam beberapa sesi rangkaian acara. Rangkaian agenda kegiatan “Dialog Socrates” ini dimulai dari pemutaran video Profile PPISB dan Social Club, Indroduce peserta , Active Listening, Analisa Cerita, dan masuk kepada acara inti yaitu “Dialog Socrates”. Dalam sesi “Dialog Socrates” ini, semua peserta akan menulis dan menceritakan suatu keadaan dimana mengalami ketidaksepakatan dengan orang lain yang dianggap sebagai masalah. Kemudian akan dipilih 2 masalah ketidaksepakatan berdasarkan voting peserta yang terbanyak dan akan didialogkan. Peserta pemilik cerita akan menjabarkan permasalahan yang pernah dia hadapi dan peserta lain memberikan pendapat, pertanyaan, sanggahan dan lain sebagainya mengenai masalah tersebut

Putri Sri Mala yang merupakan salah satu peserta mengungkapkan, “awalnya saya bingung, ini acara apaan sih. Saya kira ini hanya penyampaian materi dan akhir sesi akan diberikan kesempatan bertanya tetapi nyatanya malah membuat saya menjadi kagum. Dialognya sangat interaktif dan terkesan kami memiliki status sebagai pemateri. Ini acara dari kami dan untuk kami. Disetiap sesinya membuat penasaran dan saya merasa akrab dengan peserta yang lainnya padahal saya baru kenal dia diacara ini. Kami bisa bereksperi dan berpendapan apapun secara bebas”.

Adil Abdillah selaku Fasilitator sesi Dialog Socrates mengungkapkan, “ Tujuan dari dialog ini sebagai media mahasiswa dalam menumbuhkan nilai-nilai pribadi dan mengasah kemampuan menyampaikan pendapat serta melatih mahasiswa untuk berfikir kritis. Jadi dalam dialog ini tidak ada nilai salah dan benar sebab dialog ini mengacu kepada cara berfikir Socrates, dimana Socrates mengatakan “kebenaran sejati adalah ketika kamu mengetahui sesuatu yang tidak kamu ketahui”.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya