Agaknya, Rasionalisme post-Renaisans, Empirisme, dan Pencerahan berusaha untuk "mengendalikan pengaruh" sistem pengetahuan tradisional yang secara mendalam menguasai cara berpikir masyarakat. Dalam terminologi "metafisika", para filosof bersangkutan menemukan berbagai ragam bentuk kesadaran, prasangka, dogmatisme, bahkan takhyul, yang tidak teruji dengan pengalaman inderawi. Dengan menganut proses-proses penalaran sekaligus proses observasi dalam "fisika", mereka bermaksud untuk menghasilkan sebuah sistem pengetahuan baru yang teruji, bukan hanya karena sesuai dengan kenyataan dan memebnuhi asas-asas penalaran, melainkan juga berdaya-guna untuk kesejahteraan manusia. Dalam kenyataannya, "pengendalian" sistem pengetahuan tradisional itu tidak hanya menghasilkan keragaman sistem, melainkan juga berbagai macam klaim kebenaran dari setiap sistem pemikiran filosofis. Salah satu solusi pemikiran dalam pemikiran filosofis Immanuel Kant (1724-1804) adalah "Sintesis Rasionalisme dan Empirisme: Kritisisme Kant".

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya