23 Akademisi dan Profesional dari 19 Negara Belajar Tentang Konflik dan Perdamaian Aceh di Unsyiah

Banda Aceh - Sebanyak 23 Akademisi dan Profesional dari 19 negara belajar mengenai resolusi konflik dan proses perdamaian Aceh pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 di Balai Senat Universitas Syiah Kuala. Para peserta peraih Rotary Peace Fellowship ini terdiri dari para akademisi kampus, jurnalis, direktur NGO, konsultan hingga, jaksa, pengacara, dan polisi yang berfokus pada resolusi konflik, hak asasi manusia, pembangunan perdamaian, dan pembangunan pascakonflik.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Universitas Syiah Kuala diinisiasi atas kerjasama dengan Rotary Peace Center Universitas Chulalongkorn Bangkok, Thailand.

"Para peserta belajar secara khusus bagaimana keberhasilan Aceh dalam membangun perdamaian hingga bertahan sampai 13 tahun," ujar Kepala PPISB Unsyiah, Dr. M. Saleh Sjafei

Dalam kegiatan ini para peserta belajar langsung dari para ahli, akademisi, dan peneliti yang terlibat langsung dalam konflik atau mengkaji proses pembangunan perdamaian di Aceh seperti Prof. Dr. Yusny Saby, Dr. Otto Syamsuddin Ishak, juru runding perdamaian GAM Munawar Liza Zainal, Mayor Jenderal (Purn) Amiruddin Usman dll.

Dijumpai di lokasi terpisah, salah satu peserta dari Brazil mengaku senang dengan situasi Aceh saat paska konflik ini.
"Sangat senang dengan pembangunan Aceh saat ini setelah terjadinya konflik dan tsunami. Bagi saya ini kemajuan yang luar biasa dan bahkan sulit terjadi di negara lain," ujar Renata, Staf Kementerian Hukum dan Keamanan Publik Brasil ini.

Selanjutnya para peraih Rotary Peace Fellow akan bertemu dengan pihak legislatif Aceh dan para mantan kombatan GAM di Aceh Utara untuk melihat langsung aktifitas mereka paska perdamaian antara GAM dan Pemerintah Indonesia.

Sebuah sesi khusus untuk menarik kesimpulan menyeluruh akan dilakukan pada akhir program, Jumat, 30 Maret dengan Dr Nazamuddin, peneliti pembangunan, dosen FEB Unsyiah yang juga Wakil Rektor IV Unsyiah. Sesi penutup ini juga akan difasilitasi oleh Dr Saiful Mahdi, M.Sc yang juga Sekretaris PPISB Unsyiah dengan analisa arah masa depan berbasis data pembangunan pasca konflik dan pasca bencana.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya